Showing posts with label PBM. Show all posts
Showing posts with label PBM. Show all posts

Monday, 5 October 2015

Strategi Reading Guide (Panduan Membaca)

Strategi pembelajaran sering digunakan oleh sebagian para guru apalagi dari jenis strategi pembelajaran aktif guru makin pintar untuk memilihnya, karna hal ini mempunyai tujuan agar pembelajaran yang dilakukan guru dapat maksimal. Salah satu dari strategi pembelajaran aktif disini yaitu strategi reading guide yaitu strategi panduan membaca, dimana para peserta didik diberika bahan bacaan dan setelah itu mereka disuruh untuk menjawab pertanyaan yang telah disiapkan guru. Agar anda bisa melakukan pembelajaran dengan memnggunakan strategi reading guide, disini admin akan menuliskan langkah-langkah penggunaan dengan menggunakan strategi reading guide, bisa anda lihat di bawah ini :


Langkah-langkah menggunkan strategi reading guide

  1.  Berilah siswa teks (bacaan) yang harus mereka pelajari, akan lebih baik lagi bila ditunjukan halamannya
  2.  Mintalah peserta didik untuk membaca teks (bacaan) secara individual, kemudian membuat resume mengenai topik-topik penting yang ada dalam bacaan tersebut (berbentuk pointers)
  3.  Diskusikan topik-topik penting hasil temuan siswa, dan nyatakan bahwa ada sejumlah topik itu memang penting namun ada pula yang tidak penting
  4.  Selanjutnya guru membagikan/ memberikan lembaran pedoman belajar dalam memahami teks (bacaan) biasanya berbentuk pertanyaan
  5.  Para siswa diminta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam lembar pedoman tersebut. Diskusikan jawaban-jawaban siswa tersebut
   Nah  diatas telah dituliskan langkah-langkan dalam menggunakan strategi reading guide, bagi anda yang ingin menggunakan strategi ini ada baiknya anda membaca dan memahami langkah-langkahnya terlebih dahulu.

Baca juga :
1. Tips memilih waktu belajar yang baik 
2.  Cara menghidupkan suasana belajar
3.  Tips jitu menjadi seorang PNS

Thursday, 27 August 2015

Metode Drill Dalam Pembelajaran Matematika



Merujuk pada berbagai pendapat para ahli matematika SD/MI dalam mengembangkan kreatifitas dan kompetensi siswa, maka guru hendaknya dapat menyajikan pembelajaran yang efektif dan efisien, sesuai dengan kurikulum dan pola pikir siswa. Dalam mengajarkan matematika, guru harus memahami bahwa kemampuan siswa berbeda-beda, serta tidak semua siswa menyenangi mata pelajaran matematika. Untuk itu, guru dituntut agar dapat memilih metode yang tepat dengan menyesuaikan materi yang ada dalam menunjang proses belajar mengajar bidang studi matematika.

Tujuan akhir pembelajaran matematika SD/MI yaitu agar siswa terampil dalam menggunakan berbagai konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memperoleh suatu ketangkasan dan keterampilan biasanya diperlukan adanya drill atau latihan berkali-kali atau terus menerus terhadap apa yang telah dipelajari, karena dengan melakukannya secara teratur, pengetahuan tersebut dapat disempurnakan.

Penerapan metode latihan atau drill dalam pembelajaran matematika ini sangat tepat digunakan sebagai salah satu pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika yang menuntut siswa untuk teliti dalam menjawab soal yang guru berikan, dan salah satu tujuan dalam pembelajaran matematika adalah mengembangkan kecakapan intelek, seperti mengalikan, membagi, menjumlahkan, mengurangi dan sebagainya. Artinya, melalui metode drill atau latihan, pemahaman siswa akan lebih baik dan lebih mandalam, dapat mengembangkan kemampuan menghitung, serta dapat menggunakan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam prosesnya, agar penerapan metode drill dalam pembelajaran matematikaberlangsung secara efektif dan efisien, maka perlu adanya langkah-langkah yang harus diperhatikan, antara lain:
1) Metode drill digunakan untuk tindakan yang dilakukan secara otomatis.

2) Guru harus memilih latihan yang memiliki arti luas, yaitu yang dapat menanamkan pengertian, pemahaman akan maksud dan tujuan latihan sebelum siswa melakukannya.

3) Guru perlu mengutamakan ketetapan, agar siswa melakukan latihan secara tepat.

4) Guru memperhitungkan waktu latihan yang singkat agar tidak meletihkan dan membosankan.

5) Perhatikan kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan siswa untuk perbaikan secara klasikal,sedangkan kesalahan perorangan dibetulkan secar perorangan pula.

Nah, hanya itu yang bisa saya sampaikan. selamat mencoba teman-teman.

Wednesday, 26 August 2015

Strategi Debat Aktif




Strategi pembelajaran debat aktif ini memang sekarang telah menjadi perburuan bagi para pendidik, karna dengan menggunakakan strategi tersebut diharapkan peserta didik dapat melaksanakan pembelajaran dengan aktif, menantang dan menyenangkan. Selain  Suatu perdebatan dapat menjadi sebuah metode berharga untuk mengembangakan pemikiran dan refleksi, Ini adalah sebuah strategi untuk melakukan suatu perdebataan secara aktif melibatkan setiap peserta didik dalam kelas bukan hanya orang-orang yang berdebat.

Prosedur
1) Kembangkan suatu pertanyaan yang berkaitan dengan isu kontrovensial  yang berkaitan dengan mata pelajaran anda (misalnya poligami).

2) Bagilah kelas menjadi dua tim debat. Tugaskan (secara acak) posisi “pro” pada suatu kelompok dan posisi “kontra” pada kelompok yang lain.

3) Selanjutnya, buatlah dua atau empat sub-kelompok di dalam masing-masing tim debat itu. Dalam sebuah kelas dengan 24 peserta didik, misalnya, mungkin anda buat 3 kelompok pro dan 3 kelompok kontra, masing-masing berisi 4 anggota. Mintalah tiap-tiap sub-kelompok mengembangkan argumen-argumen untuk posisinya yang telah ditentukan, atau berikan sebuah daftar argumen yang lengkap yanng mungkin mereka diskusikan dan pilih. Pada akhir diskusi mereka, suruhlah sub-kelompok tersebut memilih seorang juru bicara.

4) Aturlah 2 sampai 4 kursi (tergantung pada jumlah sub-sub kelompok yang dibuat untuk tiap posisi/bagian) untuk para juru bicara kelompok pro menghadap mereka, jumlah kursi yang sama untuk para juru bicara kontra. Tempatkan peserta didik yang lain di belakang tim debat mereka.

5) Mulailah “perdebatan”dengan menyuruh para juru bicara itu menyampaikan pandangan-pandangan mereka. Mengaculah pada proses ini sebagai “argumen-argumen pembuka”.
Setelah setiap orang telah mendengar argumen-argumen pembuka, hentikan perdebatan itu dan gabunglah kembali sub-sub kelompok semula. Mintalah sub-sub kelompok itu membuat strategi mengkounter argumen-argumen pembuka tersebut dari sisi yang berlawanan. Juga, suruhlah masing-masing sub-kelompok memilih seorang juru bicara, lebih disenangi seorang yang baru.

6) Mulailah “perdebatan” itu. Suruhlah para juru bicara itu, ditempatkan berhadapan satu sama lain, memberikan “argumen balik”. Ketika perdebatan berlanjut (pastikan untuk menukar antara dua sisi tersebut), doronglah peserta didik lainnya membantu juru debat mereka dengan berbagai argumen atau bantahan yang disarankan. Juga, doronglah mereka menyambut dengan applaus terhadap argumen-argumen daro para wakil tim debat mereka.

Ketika diraskan sudah cukup, akhiri perdebatan tersebut. Sebagai ganti menyatakan pemenangnya, gabungkan kembali seluruh kelas dengan lingkaran penuh. Pastikan memadukan kelas tersebut dengan menyuruh peserta didik duduk bersebelahan dengan orang-orang yang ada dalam kelompok yang berlawanan. Buatlah duatu diskusi seluruh kelas tentang apa yang telah dipelajari oleh para peserta didik tentang persolaan dari pengalaman debat itu. Juga, mintalah peserta didik mengidentifikasi apa yang mereka pikirkan merupakan argumen-argumen terbaik yang dibuat oleh kedua kelompok debat tersebut

Nah itu tadi merupakan prosedur atau langkah-langkah dalam menjalankan strategi debat aktif, apakh anda tertarik untuk melakukannya??
 

Sunday, 9 August 2015

Faktor Pendukung dan Penghambat Strategi Peer Lesson Dalam Pembelajaran Matematika




Salam pendidikan,, Teman-teman tentunya masih ingat dengan strategi pembelajaran  peer lesson, dimana strategi pembelajaran ini strategi yang dapat membuat peserta didik aktif dan juga menyenangkan. Berikut ini akan saya paparkan faktor pendukung dan penghambat penerapan strategi peer lessons dalam pembelajaran matematika.

1.    Faktor Pendukung
Faktor pendukung dalam penerapan strategi peer lessons dalam pembelajaran matematika yaitu

a.    Guru
Pengetahuan seorang terhadap strategi peer lessonsakan sangat mempengaruhi keberhasilan penerapan strategi peer lessons. Pengetahuan yang dimilikanya akan menjadi kunci dalam penerapan strategi peer lessons dalam pembelajaran matematika.

b.    Peserta didik
Keadaan siswa yang aktif dapat mempengaruhi terhadap strategi peer lessons, karena strategi peer lessons ini merupakan strategi pembelajaran aktif. Untuk itu siswa menjadi faktor penjukung jika kondisi peserta didik yang aktif sehingga akan menetukan keberhasilan penerapan peer lessons.

c.    Waktu
Pemilihan waktu yang sesuai akan menjadi faktor pendukung keberhasilan penerapan strategi peer lessons, seperti waktu yang digunakan pada saat pembelajaran mendapatkan waktu 2 X 35 menit.

Artikel Terkait : Review Novel Laskar Pelangi

2.    Faktor penghambat

Faktor penghambat dalam menerapkan strategi peer lessons dalam pembelajaran matematika yaitu:

a.    Guru
Ketika seorang guru kurang memahami tentang strategi peer lessons akan mempengaruhi keberhasilan penerapan strategi peer lessons dalam pembelajaran matematika.

b.    Siswa
Kecerdasan siswa yang kurang dan kondisi siswa yang tidak aktif akan mempengaruhi dalam menerapkan strategi peer lessons. Karena dalam strategi ini merupakan strategi belajar dari teman yang nantinya peserta didik akan membelajarkan materi kepada temannya.

c.    Waktu
                  waktu menjadi penghambat jika jam pelajaran hanya mendapat 1 jam saja.


Nah itu tadi telah dijelaskan faktor pendukung dan penghambat dari strategi peer lessons semoga dengan postingan ini bisa bermanfaat bagi anda yang akan menerapkan strategi ini dalam pembelajaran matematika.

Baca juga

1) Cara Hack Symbian
2) Belajar Gitar Melodi